ah! sialan!
semakin kurang ajar saja semut-semut ini
berbondong-bondong mengalur di tembokku
yang pucat tertimpa sinar lampu kuning
bersekutu menjadi saksi secuil nikmat surga
brengsek!
sekali lagi aku dikalahkan semut-semut
belum juga klimaks istriku memilih bangkit
sambil melilitkan sarung biru usang ke tubuhnya
‘mereka mengincar makanan kita’, katanya parau
errrggghhh!
aku mengerang bukan karena nikmat
serasa seritu jarum bersamaan menusuk-nusuk kepalaku
‘beras kita juga sudah habis’, lanjutnya
surabaya, 1 april 2008
00:00





